Sabtu, 16 Februari 2013

Teknis Budidaya Jagung

04.51



Berikut adalah teknis  budiddaya jagung dari hasil  kunjungan  lapang di Poktan Sinar Harapan
 2 Desa Gunung  Raja Kecamatan Tambang Ulang Kabupaten Tanah Laut pada tanggal 10 Pebruari 2013. Ada beberapa  perbedaan teknis budidaya  yang  ada di lapangan dengan teori yang sudah ada.
Areal pertanaman jagung di poktan ini adalah seluas 105 ha, dengan tingkat produktivitas sebesar 12,5 ton/ha. Dan pertumbuhan peningkatan produktivitas ini sangat signifikan dibanding dengan awal menanam jagung di tahun 2008 yang hanya mencapai 4,5 ton /ha.
Ketua kelompok tani sinar harapan 2 ini Bapak Budiono S.Pd yang  merupakan petani teladan tingkat nasional  provinsi Kalimantan Selatan  dan berkesempatan bertemu langsung dengan Bpk Presiden RI di Jakarta ditahun 2012. Meski beliau bukanlah sosok yang berasal dari latar belakang ilmu pertanian, namun berkat semangat dan kesungguhan serta dukungan dari penyuluh setempat sehingga berhasil mengembangkan komoditas jagung di wilayah ini.   Beberapa asfek teknis budidaya jagung yang beliau terapkan di areal  kelompoknya adalah sebagai berikut:
  1. Benih
Kunci sukses pertama adalah gunakan selalu benih unggul seperti; NK 22 Super Jumbo, BISI 222, NT 10.  yang sudah di treatment  mengunakan redomil. Keperluan benih 18 kg/ha. 
  1. Penyiapan lahan
Penyiapan lahan dilakukan dengan 2 cara yaitu sistem TOT dan pengolahan secara intensif mengunakan mini traktor. Pembajakan tanah dilakukan dengan membalik tanah lapisan atas kemudian dilanjutkan pembuatan larik tanam. Pemupukan dasar diberikan seminggu sebelum tanam. Dengan mengunakan pupuk kandang ayam petelur yang sudah di campur dengan kapur dolomit sebanyak 4- 7 ton/ha ditambah dengan 150 kg pupuk Sp- 36 yang ditaburkan merata pada larikan lubang tanam. 
  1. Penanaman
Penanaman jagung dilakukan dengan mengunakan tugal dengan sistem zigzag dalam barisan tanaman dengan jarak tanam 70 x 20 cm, dengan jumlah 1 biji/lubang tanam sehingga dapat dihasilkan sekitar 70.000 populasi tanaman/Ha. Keuntungan tanam cara ini;perakaran tanaman dapat berkembang dengan baik, pencahayaan lebih merata, tanaman tumbuh kuat dan kokoh.
  1. Pemeliharaan
    1. Pengendalian Gulma
Pemeliharaan tanaman jagung meliputi pengendalian gulma, pemupukan, dan hama dan penyakit. Pengendalian gulma dilakukan sesuai kondisi gulma dan pertumbuhan tanaman jagung, yaitu saat tanaman berumur 10 HST dengan penyemprotan herbisida Karalis 1,5 l/Ha. Dan saat tanaman belum berbunga dan belum keluar akar gantung (umur 30 HST) serta setelah berbunga (umur 45 HST), masing-masing penyemprotan dengan menggunakan herbisida Moxson 30 ml/liter air dan DMA 50 ml/liter air. 
  1. Pemupukan Susulan
Pemupukan susulan I pada umur 12 HST dengan menggunakan pupuk NPK 150 kg dan di tugal sekitar tanaman. Pemupukan susulan ke II dilakukan saat umur 25 HST mengunakan pupuk NPK 100 kg dan Urea 50 kg dengan cara di dangir. Dan pemupukan susulan ke III saat berumur 35 HST dengan pupuk NPK 50 kg dan Urea 100 kg juga dengan cara di dangir. 
  1. Pengendalian Hama dan Penyakit
Pengendalian hama dan penyakit dilakukan dengan menerapkan prinsip pengendalian secara terpadu, seperti; penggunaan varitas unggul, pengaturan jadwal tanam dan pestisida buatan sendiri (campuran sunsilk dan rinso). Penyemprotan hanya dilakukan bila terjadi serangan ulat daun. 
  1. Panen dan Pasca Panen
Pemanenan dilakukan pada umur 120 hari atau masak fisiologis dengan ciri; daun mulai menguning, klobot berwarna coklat, biji bila ditekan dengan kuku tidak berbekas. Selain itu jika cuaca memungkinkan, dapat dilakukan penundaan panen dengan membiarkan tongkol jagung tetap pada batangnya. Adapun caranya dengan memotong daun bagian atas bertujuan untuk mengurangi kadar air jagung..
Penanganan pasca panen biasa dilakukan dengan mengupas klobot jagung lalu dimasukkan dalam karung selanjutnya segera dilakukan pemipilan dengan mesin pemipil jagung. Hal ini untuk menghindari kerusakan mutu jagung pipil. 
  1. Pemasaran
Untuk pemasaran hasil disesuaikan dengan permintaan pabrik, yaitu jagung glondongan atau jagung pipilan. Untuk jagung pipilan pabrik menghendaki standar mutu dengan kadar air sekitar 13% - 14%. Rata-rata harga jual jagung kering pipil berkisar antara Rp 3.000,- sampai Rp 3.100,-/kg.
Jika mutu jagung yang dihasilkan kurang baik, pemasaran langsung ke peternak ayam, dengan harga jual Rp 2.000,- sampai Rp 2.100,-/kg.
Hanya saja pemasaran ke pabrik pakan ternak (JAFFA COMFEED) dilakukan secara berkala untuk masing-masing kecamatan, yakni tiap 3 hari sekali. 

Written by

We are Creative Blogger Theme Wavers which provides user friendly, effective and easy to use themes. Each support has free and providing HD support screen casting.

0 komentar:

Poskan Komentar

 

© 2013 Jendela Tani. All rights resevered. Designed by Templateism

Back To Top